Skip to main content

Jangan Pernah Menilai Orang Lain Sembarangan Sebelum Kita Mengenalinya Dengan Begitu Dekat


Lisan terkadang begitu lepasnya menilai diri dan kehidupan orang lain, apalagi sekarang sudah jamannya kabar berita dimana-mana, apa yang seharusnya tidak dilihat seakan menjadi suguhan gratis di media sosial, membuat lidah tanpa sengaja mengucapkan sesuatu yang seharusnya tidak diucapkan.


Maka siapapun kita saat ini, kondisikanlah lisan denan baik, jangan pernah menilai orang lain sembarangan sebelum kita mengendalinya dengan sangat dekat.

Karena tidak sesikit orang-orang jaman sekarang, begitu lihai berkomentar, begitu mudah mencaci, dan begitu gampangnya merendahkan, bahkan belum benar-benar tahu duduk permasalahannya apa.

Jangan Biasakan Diri Kita Menjudge Orang Lain Hanya Pandangan Sepintas Saja, Karena Mata Kadang Salah Memandang

Oleh sebab itu, kenalikan diri kita, jangan biasakan diri kita menjudge orang lain hanya dengan pandangan sepintas saja, karena mata kadang memang salah memandang.

Mata kadang salah mengambil kesimpulan, dan jika tidak dijaga dengan baik, bisa jadi lisan akan ikut-ikutan berdosa karena berani berkomentar yang tidak-tidak.

Jangan Biasakan Lidah Kita Menyebut Keburukan Orang Lain, Padahal Melihatnya Saja Baru Sekali

Iya, pada intinya jagalah dengan baik lisan kita, jangan biasakan lidah kita membentuk kata dan menyebut keburukan orang lain, padahal melihatnya saja baru sekali.

Pernah? mungkin sebagian orang pernah, dan ada yang juga akan bilang tidak. Maka untuk yang pernah saja, berbaik sangka kepada orang lain itu lebih baik, maka hentikanlah kebiasaan tidak baikmu berburuk sangka pada orang lain.

Jangan Sampai Kita Menghakimi Kehidupan Orang Lain, Sedangkan Saling Kenal Saja Tidak

Ingat ya, jangan sampai kita menghakimi kehidupan orang lain, menghakimi masalah orang lain, sedangkan saling kenal saja tidak.

Terkadang begitu lepasnya kita berkata “ih sombong”, padahal melihatnya saja baru di media sosial atau hanya sesaat saja. Tapi ternyata pada kenyataannya di atidak seburuk yang kita kirakan.

Jangan Pernah Berkata Buruk Kepada Orang Lain Hanya Karena Kita Mendengar Cerita Buruknya Dari Orang Lain

Dan jangan pernah berkata buruk kepada orang lain hanya karena kita mendengar cerita buruknya dari ornag lain, karena tidak jarang diantara kita yang begitu kepo terhadap kehidupan orang lain, lalu berkomentar dengan sangat keji, hanya karena ceritanya seru dengan mengungkap banyak keburukan. Na’udzubillah

Pahami Dengan Baik Dia Seperti Apa, Jangan Serta Merta Menilai Buruk, Sedangkan Kamu Tidak Tahu yang Sebenarnya

Lantas dimanapun kamu berada, pahami dengan baik dia seperti apa, jangan serta merta kamu menilainya buruk, sedangkan kamu tidak tahu yang sebenarnya apa dan bagaimana.

Lebih hati-hatilah menjaga hati, pikiran, dan lisan kita, karena jika ketiganya kita biarkan seadanya maka kita pasti akan sering berbuat sesuatu yang menyakiti orang lain.

Sumber : humaƬroh.com
Pict : instagram.com/bellmirs

Comments

Popular posts from this blog

Suami Tak Punya Rasa Cemburu Dilarang Masuk Surga

    Salah satu tipe suami yang tercela di hadapan Rasulullah adalah mereka yang tidak peduli dengan istri dan anak-anak mereka. Lelaki yang tidak punya rasa cemburu. Dalam sejumlah hadis, Rasul menyebut para lelaki itu sebagai dayyuts. "Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya." [HR. Ahmad] Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda: "Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah (dengan pandangan kasih sayang) pada hari kiamat nanti, yaitu: orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts.." [HR. An-Nasa-i dan Ahmad] Dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al Mu’jam Al Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya namun dia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu, membiarkan keluarganya ...

Istri Yang Suka Ngomel Ternyata Baik Untuk Kesehatan Suami

Ketika sepasang kekasih telah memutuskan untuk menikah, dipastikan keduanya ingin memiliki kehidupan keluarga yang bahagia, saling peduli satu sama lain dan hidup dengan tenang serta nyaman bersama. Tapi, keluarga bahagia dan hidup nyaman menurut penelitian justru bisa meningkatkan risiko penyakit khususnya diabetes untuk pasangan. Lebih sedih lagi, hubungan yang bahagia akan meningkatkan risiko diabetes lebih besar buat pria atau suami.   Dikutip dari laman   asiantown.net , hubungan pernikahan bahagia dan perlakuan yang menyenangkan dari istri akan meningkatkan risiko diabetes buat suami. Sementara itu, istri yang suka ngomel, sering marah-marah dan banyak maunya justru akan membuat suami sangat rendah berisiko diabetes alias menjadi lebih sehat.   Walau dikatakan istri yang suka ngomel ternyata baik buat kesehatan suami, hal ini tidak menjamin bahwa suami dengan istri yang suka ngomel akan baik-baik dan selalu sehat lho ya. Tetap ada masa di mana imun tubuh suami menur...

Kesal Diselingkuhi, Istri ini Nekat Lelang Suaminya ke Wanita Lain Seharga 100 Juta!

Tak ada satupun wanita yang mau suaminya berselingkuh, dan pergi meninggalkannya bersama anak-anak. Tapi wanita ini berbeda, dia bahkan dengan rela membiarkan suaminya pergi bersama wanita lain, demi uang. Seorang wanita bernama Ramya asal Karnataka, India menjual suaminya kepada selingkuhan pria itu untuk membayar hutangnya. Melansir Tribun Medan, Ini semua berawal ketika Ramya mendapati suaminya berselingkuh, dan memiliki kekasih lain di belakangnya. Pria itu mulai jarang pulang, dan memilih tinggal di rumah kekasihnya. Sejak itu, Ramya dan suami menjadi sering bertengkar. Satu ketika, wanita itu mendatangi rumah kekasih gelap suaminya, dan melabraknya. Mereka mulai beradu mulut, tentang masalah itu. Dan tiba-tiba, terungkap bahwa Ramya memiliki banyak hutang. Mendengar hal tersebut, kekasih gelap suaminya memberikan penawaran pada Ramya. Ia menyebut, akan membayar hutang Ramya, jika wanita itu mau berpisah dengan suaminya. Ramya awalnya sangat terkejut dengan penawaran tersebut. Tap...