Skip to main content

Hai Suami Jangan Takut Duitmu Habis Bila Diberikan Pada Istri Anak, Karena yang Akan Terjadi Justru Sebaliknya

Buat semua suami...

Terutama suami yang pelit berikan uang belanja dan make up buat istri....

Suami adalah tulang punggung keluarga. Ia berkewajiban untuk memberi nafkah pada istri dan anak-anaknya. Namu tak jarang ada suami yang malah irit banget saat memberikan uang pada anak dan istrinya.


Padahal, uang yang diberikan pada istri dan anak-anak itu sedekah yang paling utama. Selain itu ada pula yang mengatakan bahwa sedekah itu adalah jalan untuk memperlancar rejeki.

Maka para suami jangan takut duitnya habis bila diberikan untuk istri dan anak, karena bisa jadi hal itu malah bisa melancarkan rejeki sebagaimana dikutip sekteviral.fun

Ketahui Pahala Untuk Suami Tiap Kali Beri Nafkah Istri

Ketika memutuskan menikah, maka seorang pria harus siap dengan tanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Mereka berkewajiban memastikan kebutuhan wanita yang dinikahinya ini tercukupi dengan jalan bekerja keras setiap hari.

Hal ini terkadang menjadi salah satu momok menakutkan ketika pria akan mengambil keputusan untuk berkeluarga.

Pengalaman susahnya mengatur hidup sendiri, membuat pria berpikir berulang kali untuk hidup berdua. Terlebih jika sudah memiliki momongan, maka tanggungjawab akan semakin besar.

Namun jika mengacu pada ajaran Islam, memberi nafkah istri tidak sekedar memastikan bahwa mereka bisa makan dan melanjutkan hidup saja.

Lebih dari itu, tindakan ini merupakan sebuah ibadah dan memiliki pahala yang amat besar. Setiap kali memberikan istri nafkah, maka suami akan memperoleh pahala. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Memberi nafkah istri adalah wajib. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Muslim:

“Bertaqwalah kalian dalam masalah wanita. Sesungguhnya mereka ibarat tawanan di sisi kalian. Kalian ambil mereka dengan amanah Allah dan kalian halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan rezki dan pakaian dari kalian”. (HR Muslim)

Pahala ketika memberi nafkah kepada istri lebih besar jika dibandingkan pahala saat memberikan harta untuk perjuangan agama Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa,

“Satu dinar yang engkau belanjakan untuk perang di jalan Allah SWT dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk istrimu, maka yang paling besar pahalanya ialah apa yang engkau berikan kepada istrimu.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dari segala jenis sedekah, ternyata yang memiliki pahala paling besar adalah memberi nafkah keluarga. Mulai dari infak di jalan Allah, membebaskan budak, sedekah orang miskin, maka yang dijanjikan pahala paling besar adalah saat memberikan untuk keluarga.

“Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk membebaskan budak, dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, pahala yang paling besar adalah dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu” (HR Muslim, Ahmad)

Namun, dengan hal tersebut bukan serta merta istri boleh menuntut nafkah yang banyak kepada suaminya.

Akan tetapi disesuaikan dengan keadaan umum yang diterima kalangan para isteri di negeri mereka, tanpa berlebih-lebihan ataupun pelit, sesuai dengan kesanggupannya dalam keadaan mudah, susah ataupun pertengahan.

“Dan hendaklah kamu berikan suatu pemberian kepada mereka. Orang yang mampu sesuai dengan kemampuannya dan orang yang miskin sesuai dengan kemampuannya pula, yaitu pemberian menurut yang patut”. [Al Baqarah:236].

Lalu kapan seorang pria berkewajiban memberiikan nafkah kepada istri? Para ulama berpendapat, tanggungjawan memberikan nafkah kepada istri dibebankan setelah berlangsungnya ijab qabul, meskipun istri masih tinggal di rumah orangtuanya dan belum tinggal bersama suami.

Dasar pendapat mereka, diantara konsekuensi dari akad yang sah, ialah sang isteri menjadi tawanan bagi suaminya.

Dan apabila isteri menolak berpindah ke rumah suaminya tanpa ada udzur syar’i setelah suaminya memintanya, maka ia tidak berhak mendapat nafkah dikarenakan isteri telah berbuat durhaka (nusyuz) kepada suaminya dengan menolak permintaan suaminya tersebut.

Meski nantinya istri akan bekerja diluar rumah dan mendapatkan penghasilan sendiri, namun tidak membuat kewajiban suami ini hilang begitu saja.

Istri yang bekerja dengan izin suami, harus tetap diberi nafkah. Namun jika mereka bekerja tanpa mendapat izin dari suaminya, maka ia tidak berhak mendapatkan nafkah.

Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar menjelaskan tentang alasan, mengapa isteri yang bekerja di luar rumah tanpa persetujuan suami tidak berhak tidak mendapat nafkah, ”Pendapat yang benar adalah, wanita yang bekerja tidak berhak mendapat nafkah.

Karena suami mampu mencegahnya dari bekerja dan keluar dari rumah (dengan mencukupi nafkahnya), dan (menetapnya isteri di rumah suami) merupakan hak suaminya.

Kewajiban suami memberi nafkah kepada isteri disebabkan karena status isteri yang menjadi tawanan suaminya dan ia wajib meluangkan waktunya untuk suaminya.

Jika sang isteri bekerja (tanpa izin suaminya) dan mendapatkan uang, maka sebab yang menjadikan suami wajib memberikan nafkah kepadanya telah gugur.” Ahkamuz Zawaj, hlm. 282

Meski dengan kewajiban begitu besar, masih ada saja suami yang tidak bertanggungjawab memberi nafkah istri. Atau harta yang mereka dapatkan mereka simpan tanpa sepengetahuan istri, sementara istri, harus susah payah membagi uang belanja yang tidak cukup.

Tentang suami yang bakhil ini, telah datang banyak nash yang memuat ancaman baginya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya sebagai berikut.

“Cukuplah sebagai dosa bagi suami yang menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” HR Muslim.

Selain itu, Rasulullah juga sabda yang artinya:

“Tidaklah para hamba berada dalam waktu pagi, melainkan ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari mereka berdoa, ‘Ya, Allah. Berikanlah kepada orang yang menafkahkan hartanya balasan yang lebih baik,’

Sedangkan malaikat yang lain berdoa, ‘Ya, Allah. Berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya (tidak mau menafkahkannya)’.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dengan pahala yang demikian besar serta ancaman yang tidak main-main, seharusnya membuat para suami berpikir ulang untuk tidak menafkahi istri atau bersikap pelit kepada mereka.

Karena sebenarnya, istri lah salah satu sebab Allah melancarkan rezeki suami. Karena dalam rezeki yang Allah beri kepada suami, selalu ada doa sang istri.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Sumber : Cantik Mantik

Comments

Popular posts from this blog

Sebelum Terlambat, Ìnìlah Gejala Awal Penyakìt Gagal Gìnjal yang Jarang Dìsadarì

Salah satu cara untuk mencegah gagal gìnjal adalah dengan melìhat cìrì-cìrì yang muncul pada tahap awal. Pengelolaan gejala yang muncul pada tahap awal bìsa mencegah terjadìnya gagal gìnjal. Gagal gìnjal adalah salah satu jenìs penyakìt kronìs yang telah melewatì beberapa tahap tertentu. Pada tahap awal bìasanya gagal gìnjal dìmulaì dengan kurangnya fungsì gìnjal. Mungkìn gìnjal hanya berkurang fungsìnya sekìtar 20 persen saja. Namun karena tìdak dìperhatìkan maka gìnjal yang kurang berfungsì bìsa menyebabkan kerusakan hìngga mencapaì 80 persen. Kondìsì ìnìlah yang dìsebut dengan masalah gagal gìnjal. Gagal gìnjal berartì juga bahwa gìnjal sudah tìdak mampu bekerja untuk menyarìng semua caìran atau racun dì dalam tubuh. Bahkan kondìsì gagal gìnjal bìsa sangat parah karena terjadì akumulasì pada sìstem peredaran darah. Berìkut ìnì cìrì-cìrì gagal gìnjal yang perlu dìperhatìkan : 1. Perubahan warna dan pola aìr kencìng Gìnjal memìlìkì fungsì untuk menyarìng semua caìran dalam tubuh dan k...

Darì Obatì Batu Gìnjal Hìngga Sembuhkan Dìabetes, Ìnìlah Manfaat Batang Pohon Pìsang Jìka Dìkonsumsì

Semua orang setuju jìka buah pìsang baìk untuk kesehatan serta bernutrìsì tìnggì. Tapì tahukah Anda, ternyata selaìn buahnya pohon pìsang juga kaya akan manfaat dan berkhasìat menyembuhkan beberapa penyakìt? Kandungan seratnya yang tìnggì juga bìsa membersìkan sìstem pencernaan kìta yang pada akhìrnya berpengaruh pada pencegahan penyakìt. Dì beberapa negara Asìa sepertì Ìndìa, Malaysìa, dan Thaìland, batang dan bunga pìsang bìsa dìmasak dan dìmakan. Namun, dì Ìndonesìa masìh mìnìm sekalì atau bahkan hampìr tìdak ada yang mengonsumsì batang pìsang. Menurut ahlì gìzì, batang pohon pìsang mengandung berbagaì nutrìsì sepertì tanìn, gula, vìtamìn A, vìtamìn B, vìtamìn C, saponìnZat tepung, kalìum, serotonìn, hìdrokìtìptamìn, dan neropìnefrìn. Selaìn ìtu dìhìmpun darì Ìndìa.cureJoy sedìkìtya ada 5 manfaat luar bìasa darì batang buah pìsang bagì kesehatan. Sìmak dì bawah ìnì 1. Mencegah Batu Gìnjal Gìnjal merupakan organ pentìng dalam tubuh yang berfungsì untuk menyarìng darah setìap harìnya....

Jìka Punya Pasangan Wanìta Keras Kepala Jangan dì Lepas, Dìa Merupakan Sosok Calon Ìstrì Terbaìk

Menghadapì seseorang yang keras kepala bukanlah suatu hal yang mudah, karena ìa tìdak akan dengan mudah menyerah pada apa yang ìa percayaì dan ìngìnkan. Ternyata seorang wanìta yang keras kepala adalah sosok calon ìstrì terbaìk. Penasaran? Sìmak alasannya dìsìnì. Ìa tahu apa yang dììngìnkaan Wanìta keras kepala benar-benar tahu apa yang dììngìnkannya dan memìlìkì kemauan besar untuk meraìhnya. ìa tegas dengan apa yang dìrasakannya dan ketìka hal tersebut menyangkut pada orang-orang yang dìcìntaìnya, ìa tìdak akan muda menyerah. Jatuh cìnta pada wanìta keras kepala berartì ìa juga akan keras kepala dalam mencìntaì anda. ìa akan tetap mencìntaì anda dengan maksìmal. Ìa dapat mengontrol emosìnya Wanìta adalah makhluk yang penuh dengan emosì. Hal terbaìk darì wanìta keras kepala adalah ìa dapat mengontrol emosìnya. ìa tahu betul apa yang membuatnya bersemangat dan akan berjuang matì-matìan untuk terus mendapatkannya. Berhubungan dengan wanìta keras kepala artìnya adalah anda akan merasakan...