Skip to main content

Bertambah Gemuk Setelah Menikah Pertanda Pernikahan Bahagia, Sebaliknya mengalami penurunan berat badan malah cenderung berakhir cerai!



Banyak faktor yang menunjung pernikahan langgeng selamanya, diantaranya adalah kejujuran, saling percaya, saling memahami dan saling menghormati.

Akan tetapi satu hal yang tidak boleh luput dari perhatian yaitu kenaikan berat badan suami dan istri setelah menikah.

Penelitian ilmiah mengenai berat badan pasangan suami-istri yang sudah menikah. Beberapa studi menunjukkan bahwa pernikahan yang bahagia ditandai dengan naiknya berat badan pasangan suami-istri.


Ternyata pasangan yang merasa bahagia dengan pernikahannya dinyatakan mengalami kenaikan berat badan, sedangkan mereka yang tidak mengalami kenaikan berat badan cenderung bercerai.

Pendapat lain diutarakan oleh University of Queensland, Australia setelah 10 tahun melakukan penelitian pada 15 ribu orang.

Menurut University of Queensland, rata-rata orang yang telah menikah akan mengalami kenaikan berat badan 6,5 kg. Dan tiap tahunnya cendrung naik 2 kilo gram.

Apa penyebabnya orang yang menikah berat badannya naik? Hal ini menjadi bukti bahwa pernikahannya bahagia.

Tidak semua orang bisa menerapkan gaya hidup yang tidak sehat sehingga membuat mereka gemuk, akan tetapi sebaliknya.

Ada pula pasangan yang sudah menerapkan pola hidup sehat namun tetap mengalami kenaikan berat badan. Para ilmuan menemukan bahwa terdapat prilaku atau kebiasaan pasangan yang sudah menikah bahagia.

Mereka yang sudah hidup bersama memiliki kecendrungan untuk meniru gaya hidup dan rutinitas pasangannya.

1. Istri Makan Dengan Porsi yang Sama Dengan Suaminya

Laki-laki itu biasanya memiliki porsi yang lebih banyak dari wanita. Hal ini disebabkan oleh laki-laki yang membutuhkan kalori yang lebih besar dari wanita.

Setelah menikah perempuan akan cenderung memiliki porsi makan yang saa atau lebih banyak dari suaminya.

2. Masakan Rumah Lebih Banyak

Sebelum menikah kebanyakan laki-laki itu kurus karena tidak memiliki pola makan yang tertaru.

Akan tetapi sesudah menikah, ia sudah memiliki seseorang yang memasak setiap hari sehingga ia makan dengan lebih teratur dan lebih banyak dari sebelumnya, itulah sebabnya mereka akan mengalami kenaikan berat badan setelah menikah.

3. Punya Anak

Seorang perempuan berat badannya cenderung naik meski tidak bahagia karena masih ada faktor lainnya yaitu kehamilan dan melahirkan.

Selama hamil perempuan bisa bertambah berat badannya sebanyak 10 kg.

Ketika sudah melahirkan, tidak jarang orang tua harus menghabiskan sisa makanan anaknya sehingga berat badannya bertambah.

Itulah mengapa ketika sudah menikah cenderung semakin gemuk karena disamping bahagia masih ada faktor lainnya.

Jika ingin langsuing alangkah lebih baik menerapkan pola makan sehat, dengan diet dan olahraga bersama-sama

Comments

Popular posts from this blog

Suami Tak Punya Rasa Cemburu Dilarang Masuk Surga

    Salah satu tipe suami yang tercela di hadapan Rasulullah adalah mereka yang tidak peduli dengan istri dan anak-anak mereka. Lelaki yang tidak punya rasa cemburu. Dalam sejumlah hadis, Rasul menyebut para lelaki itu sebagai dayyuts. "Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya." [HR. Ahmad] Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda: "Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah (dengan pandangan kasih sayang) pada hari kiamat nanti, yaitu: orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts.." [HR. An-Nasa-i dan Ahmad] Dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al Mu’jam Al Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya namun dia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu, membiarkan keluarganya ...

Istri Yang Suka Ngomel Ternyata Baik Untuk Kesehatan Suami

Ketika sepasang kekasih telah memutuskan untuk menikah, dipastikan keduanya ingin memiliki kehidupan keluarga yang bahagia, saling peduli satu sama lain dan hidup dengan tenang serta nyaman bersama. Tapi, keluarga bahagia dan hidup nyaman menurut penelitian justru bisa meningkatkan risiko penyakit khususnya diabetes untuk pasangan. Lebih sedih lagi, hubungan yang bahagia akan meningkatkan risiko diabetes lebih besar buat pria atau suami.   Dikutip dari laman   asiantown.net , hubungan pernikahan bahagia dan perlakuan yang menyenangkan dari istri akan meningkatkan risiko diabetes buat suami. Sementara itu, istri yang suka ngomel, sering marah-marah dan banyak maunya justru akan membuat suami sangat rendah berisiko diabetes alias menjadi lebih sehat.   Walau dikatakan istri yang suka ngomel ternyata baik buat kesehatan suami, hal ini tidak menjamin bahwa suami dengan istri yang suka ngomel akan baik-baik dan selalu sehat lho ya. Tetap ada masa di mana imun tubuh suami menur...

Kesal Diselingkuhi, Istri ini Nekat Lelang Suaminya ke Wanita Lain Seharga 100 Juta!

Tak ada satupun wanita yang mau suaminya berselingkuh, dan pergi meninggalkannya bersama anak-anak. Tapi wanita ini berbeda, dia bahkan dengan rela membiarkan suaminya pergi bersama wanita lain, demi uang. Seorang wanita bernama Ramya asal Karnataka, India menjual suaminya kepada selingkuhan pria itu untuk membayar hutangnya. Melansir Tribun Medan, Ini semua berawal ketika Ramya mendapati suaminya berselingkuh, dan memiliki kekasih lain di belakangnya. Pria itu mulai jarang pulang, dan memilih tinggal di rumah kekasihnya. Sejak itu, Ramya dan suami menjadi sering bertengkar. Satu ketika, wanita itu mendatangi rumah kekasih gelap suaminya, dan melabraknya. Mereka mulai beradu mulut, tentang masalah itu. Dan tiba-tiba, terungkap bahwa Ramya memiliki banyak hutang. Mendengar hal tersebut, kekasih gelap suaminya memberikan penawaran pada Ramya. Ia menyebut, akan membayar hutang Ramya, jika wanita itu mau berpisah dengan suaminya. Ramya awalnya sangat terkejut dengan penawaran tersebut. Tap...