Skip to main content

Bertemanlah Dengan Orang Yang Tidak Meninggalkanmu Ketika Kamu Melakukan Kesalahan, Karena Teman Yang Baik Adalah Teman Yang Bisa Memperbaiki Kesalahanmu




Alangkah manisnya hidup jika kita berada ditengah-tengah orang yang tidak hanya membutuhkan kita ketika mendapat kesenangan saja. Namun mendatangi kita ketika membuat kesalahan.

Karena berteman tidak hanya mencari kesenangan semata, tapi berteman untuk mencari ketenangan hati. Bertemanlah bukan hanya didunia saja, tapi buatlah pertemanan sampai ditaman syurga.




Banyak Yang Salah Jalan Tapi Merasa Tenang, Karena Banyak Teman Yang Sama-Sama Salah

Mungkin kita sangat senang ketika banyak orang ingin berteman dengan kita. Dengan senang hati pula kita menyambutnya, karena menjalin silaturrahim itu memang hukumnya dianjurkan.

Tapi kata dianjurkan disini bermakna tidak boleh sembarangan memilih teman, artinya kita boleh berteman dengan orang-orang yang memang dilihat mampu membawa kita semakin mendekat kepada Allah, bukan hanya ingin menjerumuskan kita kepada dosa-dosa.

Kita kadang banyak teman merasa lebih tenang dengan jalan yang salah, karena banyaknya teman yang juga sama-sama salah. Oleh sebab itu dalam berteman kita tidak boleh ikut-ikutan tingkah teman kita yang memang tidak baik.

Jika Mau Tahu Seberapa Baik Seseorang, Maka Lihatlah Siapa Temannya

Untuk melihat seperti apa teman yang mau kita ajak berteman maka kita harus tahu siapa teman-temannya yang selama ini menjadi temannya. Dan inilah sabda Rasullullah yang harus menjadi pedoman kita dalam menjalin pertemanan dengan seseorang.

Jika teman-temannya banyak menimbulkan kenistaan, maka sedikit banyaknya teman orang tersebut akan meniru kelakuannya. Tapi sebenarnya tak semua orang seperti itu, karena kadang seseorang itu berteman hanya untuk meniru kelakuan baiknya dan tidak dengan kelakuan buruknya.





Teman Itu Ada 2 Macam, Ada Teman Yang Mengajak Kebaikan Dan Mengajak Pada Keburukan, Kamu Masuk Yang Mana?

Hal ini perlu kita renungi agar kita dapat memposisikan diri kita dengan baik ditengah-tengah kehidupan orang lain. Apakah hidup kita sering melakukan kesalahan, apakah kita sering menyuruh orang lain melakukan kesalahan meski kita tidak secara jelas menyuruhnya. Atau malah sebaliknya, kita selalu bisa membawa inspirasi baik terhadap orang lain.

Kita harus bisa memikirkan semua itu sebagai penentu sebesar mana kita bermanfaat untuk orang lain.

Karena semua pekerjaan kita akan dipertanggung jawabkan kelak diakhirat, masih untung jika orang lain tidak menuntut kita atas kesalahannya terhadap kita

Bertemanlah Dengan Orang Yang Tidak Akan Pernah Meninggalkanmu Ketika Kamu Melakukan Kesalahan, Karena Teman Yang Baik Adalah Teman Yang bisa Memperbaiki Kesalahanmu

Banyak bermacam-macam teman diantara kita, saking banyaknya pertemanan yang kita jalin kadang-kadang sampai-sampai melupakan sesuatu yang sebenarnya tidak harus kita lakukan.

Teman yang baik tentu tidak senang jika kawannya sendiri terjatuh dalam perbuatan dosa. Anda memiliki teman, tetapi tidak menegur dan tidak memperdulikan diri anda ketika melakukan kesalahan, maka perlu dipertanyakan landasan persahabatan yang mengikat mereka berdua.

Musuh Yang Sebenarnya Bukan Orang Yang Memakimu Karena Berbuat Salah, Tapi Orang Terdekatmu Yang Membiarkan Kesalahanmu

Mungkin kita akan sangat marah dan bersungu-sungut ketika mendengar teguran dari orang lain, karena naluri kita kadang tidak terima jika orang lain tidak sepaham dengan presepsi kita. Padahal orang seperti itu sebenarnya menyayangi kita, namun cara memberitahunya terkadang salah.

Dan lebih baik ditegur dengan bahasa yang kasar demi memperbaiki kesalahan yang kita perbuat, ketimbang hanya mendiamkan kita tatkala kesalahan itu mulai mengecoh kita.

Sumber: bighio.com

Comments

Popular posts from this blog

Suami Tak Punya Rasa Cemburu Dilarang Masuk Surga

    Salah satu tipe suami yang tercela di hadapan Rasulullah adalah mereka yang tidak peduli dengan istri dan anak-anak mereka. Lelaki yang tidak punya rasa cemburu. Dalam sejumlah hadis, Rasul menyebut para lelaki itu sebagai dayyuts. "Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya." [HR. Ahmad] Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda: "Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah (dengan pandangan kasih sayang) pada hari kiamat nanti, yaitu: orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts.." [HR. An-Nasa-i dan Ahmad] Dayyuts sebagaimana disebutkan dalam Al Mu’jam Al Wasith adalah para lelaki yang menjadi pemimpin untuk keluarganya namun dia tidak punya rasa cemburu dan tidak punya rasa malu, membiarkan keluarganya ...

Istri Yang Suka Ngomel Ternyata Baik Untuk Kesehatan Suami

Ketika sepasang kekasih telah memutuskan untuk menikah, dipastikan keduanya ingin memiliki kehidupan keluarga yang bahagia, saling peduli satu sama lain dan hidup dengan tenang serta nyaman bersama. Tapi, keluarga bahagia dan hidup nyaman menurut penelitian justru bisa meningkatkan risiko penyakit khususnya diabetes untuk pasangan. Lebih sedih lagi, hubungan yang bahagia akan meningkatkan risiko diabetes lebih besar buat pria atau suami.   Dikutip dari laman   asiantown.net , hubungan pernikahan bahagia dan perlakuan yang menyenangkan dari istri akan meningkatkan risiko diabetes buat suami. Sementara itu, istri yang suka ngomel, sering marah-marah dan banyak maunya justru akan membuat suami sangat rendah berisiko diabetes alias menjadi lebih sehat.   Walau dikatakan istri yang suka ngomel ternyata baik buat kesehatan suami, hal ini tidak menjamin bahwa suami dengan istri yang suka ngomel akan baik-baik dan selalu sehat lho ya. Tetap ada masa di mana imun tubuh suami menur...

Kesal Diselingkuhi, Istri ini Nekat Lelang Suaminya ke Wanita Lain Seharga 100 Juta!

Tak ada satupun wanita yang mau suaminya berselingkuh, dan pergi meninggalkannya bersama anak-anak. Tapi wanita ini berbeda, dia bahkan dengan rela membiarkan suaminya pergi bersama wanita lain, demi uang. Seorang wanita bernama Ramya asal Karnataka, India menjual suaminya kepada selingkuhan pria itu untuk membayar hutangnya. Melansir Tribun Medan, Ini semua berawal ketika Ramya mendapati suaminya berselingkuh, dan memiliki kekasih lain di belakangnya. Pria itu mulai jarang pulang, dan memilih tinggal di rumah kekasihnya. Sejak itu, Ramya dan suami menjadi sering bertengkar. Satu ketika, wanita itu mendatangi rumah kekasih gelap suaminya, dan melabraknya. Mereka mulai beradu mulut, tentang masalah itu. Dan tiba-tiba, terungkap bahwa Ramya memiliki banyak hutang. Mendengar hal tersebut, kekasih gelap suaminya memberikan penawaran pada Ramya. Ia menyebut, akan membayar hutang Ramya, jika wanita itu mau berpisah dengan suaminya. Ramya awalnya sangat terkejut dengan penawaran tersebut. Tap...